Home » » stik ps sony Akan Diperkuat Data Biometric

stik ps sony Akan Diperkuat Data Biometric



Sudah bukan rahasia lagi jika inovasi menjadi nilai jual paling utama di dalam bisnis yang mengutamakan kreativitas, seperti industri game. Sony sebagai salah satu perusahaan raksasa yang berkecimpung di dalamnya juga tidak berhenti melakukan hal ini. Tidak hanya sekadar meluncurkan konsol yang lebih bertenaga dari masa ke masa, tetapi juga mengembangkan teknologi yang dapat memahami gamer secara interaktif. Hal inilah yang mungkin mendasari keinginan Sony untuk mengadaptasikan teknologi unik ini di kontroler mereka, kemampuan untuk membaca data biometrik.
Dengan mengaplikasikan kemampuan ini, kontroler milik Sony (Dual Shock 3 dan Playstation Move) sebagai kontroler aktif yang dapat membaca kondisi tubuh gamer yang memegangnya. Kontroler ini akan memerhatikan kelembaban tubuh, gerak otot, hingga detak jantung yang ada. Untuk apa? Untuk memastikan gamer memperoleh pengalaman bermain yang baru, nyaman, dan maksimal. Sony sendiri memperlihatkan beberapa penerapan yang mungkin dilakukan:



  • Gerak senjata yang digunakan di dalam game akan begerak sesuati dengan tingkat stress Anda. Misalnya ketika Anda memerankan seorang sniper yang sedang membidik target. Jika data biometrik memperlihatkan Anda sedang stress, maka bidikan di dalam game juga akan ikut bergerak kacau seolah karakter sedang mengalami stress pula.
  • Kondisi karakter di dalam game akan tergantung pada data biometrik Anda secara keseluruhan. Jika Anda berkeringat, karakter Anda juga akan berkeringat. Jika Anda stress, maka karakter Anda akan bertindak seolah penuh adrenalin dengan pukulan dan tendangan yang lebih kuat, dan beragam aplikasi lainnya.
  • Untuk membuat gamer lebih nyaman, data biometrik ini juga dapat digunakan untuk mengubah background music atau pemandangan agar sesuai dengan mood gamer di saat itu.
  • Game akan mampu mengadaptasikan tingkat kesulitannya tergantung pada tingkat stress gamer. Jika gamer mulai stress, maka game akan akan secara otomatis menurunkan tingkat kesulitan dan begitu juga sebaliknya.
Konsep kontroler seperti ini memang akan menjadi sebuah inovasi yang cukup menarik untuk ditunggu. Sayangnya, Sony belum menghasilkan sesuatu yang aplikatif dari konsep ini, baru pada paten semata. Rumor sendiri mengatakan bahwa ada kemungkinan Sony akan menerapkannya pada perangkat handheld terbaru mereka – PS Vita yang akan dirilis pada akhir tahun mendatang, walaupun belum mendapatkan konfirmasi apapun. Harus diakui, inovasi seperti ini tentu akan menghasilkan pengalaman bermain game yang lebih baik dan menyenangkan.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

terima kasih atas kunjunganya.jika ada hal yg ingin ditanyakan di artikel ini silahkan tinggalkan komentar anda.